06 Juni 2014
SEJARAH PENAMAAN VITAMIN
Murid-murid sering bertanya, bagaimana sejarah penamaan vitamin itu? Mengapa harus A, B, C dan D?
Awalnya, penamaan vitamin digolongkan ke dalam vitami yang larutn dalam lemak dan air. Akan tetapi mengingat penamaan tersebut agak susah dipakai, maka penamaanny disederhanakan sebagai vitamin A,B, C dan lainnya.
Saat pertama kali ditemukan, yakni antara 1910 dan 1920, vitamin diberi nama dengan huruf A,B.C,D dan E secara berurutan. Menariknya, vitamin D yang awalnya disamakan dengan vitamin A, namun karena dua vitamin itu memang memiliki dua faktor aktif yang berbeda, maka akhirnya dua jenis vitamin itu dipisahkan, dan diberi nama vit A dan D.
Kemudian peneliti menemukan beberapa vitamin yang mirip susunannya. Misalnya pada 1920 saat ditemukan beberapa vitamin B yang mirip, maka ada pemisahan nama menjadi B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin). Akhirnya vitamin B yang tersisa disatukan dengan sebutan B kompleks (dari berbagai vitamin B). Alasannya, penyatuan klasifikasi itu karena adanya kesamaan sifat, distribusinya dalam sumber daya alam, juga adanya fungsi fisiologis yang tumpang tindih.
Vitamin B memang terkenal banyak jenisnya. Namun tidak selalu menunjukkan urutan kronologis, misalnya B12 (Kobalamin), ditemukan pada 1926, B5 (asam pantotenat), B7 (Biotin) ditemukan pada 1931, B6 (piridoksin) pada 1934, B3 (Niasin), B9 (asam folat) ditemukan pada 1941.
Saat ini urutan vitamin juga melompat, tidak berdasar urutan abjad, setelah vitamin E langsung ke vitamin K. Vitamin F diklasifikasikan kembali seperti kasus pada penamaan beberapa vitamin B. Vitamin F dikenal sebagai asam lemak pokok (Omega 3 dan 6). Vitamin yang diklasifikasikan kembali juga ada yakni Vitamin G yang dimasukkan ke Vitamin B2. Wah rumit dan tidak konsisten, bukan? (Istamar Syamsuri, dari berbagai sumber)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
biology is my life
biologi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar