sugeng rawuh

selamat datang di blog saya , jangan lupa memberi komentar...

Facebook Badge

Rino Kristyarto's Facebook profile

06 Juni 2014

SEJARAH PENAMAAN VITAMIN



Murid-murid sering bertanya, bagaimana sejarah penamaan vitamin itu? Mengapa harus A, B, C dan D? 
Awalnya, penamaan vitamin digolongkan ke dalam vitami yang larutn dalam lemak dan air. Akan tetapi mengingat penamaan tersebut agak susah dipakai, maka penamaanny disederhanakan sebagai vitamin A,B, C dan lainnya.

Saat pertama kali ditemukan, yakni antara 1910 dan 1920, vitamin diberi nama dengan huruf A,B.C,D dan E secara berurutan. Menariknya, vitamin D yang awalnya disamakan dengan vitamin A, namun karena dua vitamin itu memang memiliki dua faktor aktif yang berbeda, maka akhirnya dua jenis vitamin itu dipisahkan, dan diberi nama vit A dan D.

Kemudian peneliti menemukan beberapa vitamin yang mirip susunannya. Misalnya pada 1920 saat ditemukan beberapa vitamin B yang mirip, maka ada pemisahan nama menjadi B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin). Akhirnya vitamin B yang tersisa disatukan dengan sebutan B kompleks (dari berbagai vitamin B). Alasannya, penyatuan klasifikasi itu karena adanya kesamaan sifat, distribusinya dalam sumber daya alam, juga adanya fungsi fisiologis yang tumpang tindih.

Vitamin B memang terkenal banyak jenisnya. Namun tidak selalu menunjukkan urutan kronologis, misalnya B12 (Kobalamin), ditemukan pada 1926, B5 (asam pantotenat), B7 (Biotin) ditemukan pada 1931, B6 (piridoksin) pada 1934, B3 (Niasin), B9 (asam folat) ditemukan pada 1941.

Saat ini urutan vitamin juga melompat, tidak berdasar urutan abjad, setelah vitamin E langsung ke vitamin K. Vitamin F diklasifikasikan kembali seperti kasus pada penamaan beberapa vitamin B. Vitamin F dikenal sebagai asam lemak pokok (Omega 3 dan 6). Vitamin yang diklasifikasikan kembali juga ada yakni Vitamin G yang dimasukkan ke Vitamin B2. Wah rumit dan tidak konsisten, bukan? (Istamar Syamsuri, dari berbagai sumber)

Penerapan Teknik BATERAI MISI Berbasis Mind Map untuk meningkatkan Aktivitas Siswa dan Hasil Belajar IPA


Rino Kristyarto, S.Pd (Guru  SMPN 1 Dukun)

ABSTRAK


Rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa, mendorong peneliti melakukan penelitian ini dengan rumusan masalah: (1) bagaimanakah  aktivitas  siswa  dalam mempelajari IPA,  ketika  diterapkan teknik BATERAI MISI berbasis Mind Map?, (2) apakah penerapan teknik BATERAI MISI berbasis Mind Map dapat meningkatkan hasil belajar IPA?, dan (3) Bagaimana respon siswa terhadap penerapan teknik BATERAI MISI berbasis Mind Map?. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui penerapan teknik BATERAI MISI berbasis Mind Map dapat  (1) meningkatkan  aktivitas siswa dalam mepelajari IPA (2) meningkatkan hasil belajar IPA, dan (3) mengumpulkan respon siswa terhadap penerapan teknik BATERAI MISI berbasis Mind Map.
Prosedur PTK ini meliputi tiga siklus, dan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian tindakan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Dukun, dengan subjek siswa kelas VIII-B berjumlah 23 siswa yang terdiri atas 16  laki-laki dan 7 perempuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik BATERAI MISI berbasis Mind Map : (1) Meningkatkan aktivitas siswa  dalam mempelajari IPA, (2) Meningkatkan hasil belajar IPA, dan (3) Penerapan teknik BATERAI MISI berbasis Mind Map mendapat respon positif dari siswa.


Kata kunci:  teknik BATERAI MISI, mind map, aktivitas siswa, hasil belajar IPA

biology is my life

biology is my life
biologi