sugeng rawuh

selamat datang di blog saya , jangan lupa memberi komentar...

Facebook Badge

Rino Kristyarto's Facebook profile

19 September 2011

Resume " Mendidik dan Menerapkan Disiplin Pada Anak Prasekolah"


Resume " Mendidik dan Menerapkan Disiplin Pada Anak Prasekolah"

Membantu Anak Belajar dan Mengembangkan Perilaku Agresif

October 18th, 2010 admin
Anak agresif merupakan anak yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata namun tidak diimbangi dengan sikap yang cukup menyenangkan. Mereka sangat lincah, suka meminta perhatian orang lain dengan cara mengganggu, kasar secara fisik maupun lisan, serta egois. Biasanya masyarakat umum menyebut anak agresif dengan sebutan "anak nakal". Namun, dari sudut pandang ilmu psikologi sebutan atau cap "anak nakal" bukanlah sebuah interpretasi yang baik, sebutan ini hanya akan memberikan kontribusi negatif bagi perkembangan perilaku anak.
Daya tangkap anak agresif dalam proses belajar-mengajar sangat luar biasa cepat, sehingga sebenarnya tidak akan banyak kesulitan untuk mendidik anak agresif menerima suatu pelajaran. Kendala mereka terletak pada masalah konsentrasi, anak agresif sangat mudah membagi-bagi perhatian terhadap hal-hal yang dianggap mereka menarik. Karenanya langkah awal yang perlu dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak belajar dengan terlebih dahulu melatih konsentrasi mereka. Untuk melatih konsentrasi anak terhadap sesuatu ada beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya adalah dengan melatih disiplin waktu, melatih disiplin terhadap fokus perhatian, dan melatih disiplin terhadap jadwal kegiatan.
Ajarkan anak Anda untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan waktu, tempat dan jadwal kegiatan. Berilah mereka daftar kegiatan yang harus dikerjakan selama jangka waktu tertentu. Buat perjanjian tertulis dengan mereka mengenai aturan main pelaksanaan kegiatan tersebut. Jangan lupa hadiah dan hukuman termasuk dalam aturan main tersebut. Cara ini akan melatih disiplin anak, melatih tanggung jawab, dan pada akhirnya melatih konsentrasi mereka lebih terfokus dan terarah.

 
MENYUSUN KEGIATAN HARIAN ANAK USIA PRASEKOLAH

Masa-masa awal kehidupan bayi merupakan saat yang penting baik bagi bayi itu sendiri maupun bagi orang tua, tapi tak mungkinkan disusunnya suatu jadwal tertentu. Setelah tiga bulan, biasanya jadwal bayi mulai dapat diperkirakan dan saat memasuki usia prasekolah orang tua mulai dapat mengatur waktu anak, siang dan malam. Jadwal teratur yang juga cukup fleksibel membantu anak mengembangkan kebiasaan baik untuk makan, tidur, bermain, dan belajar. Hal itu juga mengarahkan anak agarlebih bersikap positif karena dapat memperkirakan apa yang dilukukan. Tak adanya rencana kegiatan bisa menimbulkan kekacauan dan masa kanak-kanak yang tak menyenagngkan.
Jika orangtua memarahi dan memukul dalam mendidik anak, prasekolah belajar bersikap negatif terhadap diri sendiri dan kehidupan. Kalau orangtua tak merencanakan dan menyusun kegiatan kegiatan harian anak, mereka cenderung membatasi eksplorasi anak dengan cara negatif. Rencana dan struktur yang disusun membuat pengasuhan lebih mudah dan memungkinkan orangtua untuk melihat perubahan anak dari hari ke hari.

Manyusun Jadwal
Dalam menyusun kegiatan harian anak prasekolah, carilah kegiatan spesifikuntuk hari-hari tertentu ; misalnya makan, makan makanan kecil, tidur siang, bermain sendiri, membaca, mandi, membereskan mainan, dan bermain dengan saudara dan teman. Jika anda bekerja, waktu yang dilewatkan anak denagn pengasuhnya juga mesti di maskukkan dalam jadwal. Buat daftar kegiatan harian untuk masing-masing anak prasekolah.

Fleksibel
Anda meski bersikap flesibel dan sensitive terhadap kebutuhan dan tanda-tandayang ditunjukan anak, dan sesekali perlu diberi perkecualian. Anggaplah kebutuhan sosialisasi anak juga merupakan kebutuhan bagi anda juga.
Manfaat bagi anak dan juga bagi anda. Berbagi pengalaman dengan orang tua lain membantu orang tua memahami perilaku anaknya.jangan lupa ajarkan mengenai tanggung jawab kepada anak, seperti membereskan mainan dan menaruh pakaian kotor di tempatnya. Dan meski tak anda cantumkan dalam jadwal, jangan lupa untuk selalu memberi pelukan kepada anak.

Anak Yang Sulit Bermain Sendiri

Anak pertama dan anak tunggal cenderung bergantung pada perhatian yang didapatnya. Bagi sebagian anakk, ketergantungan ini bias menyerupai adiksi perhatian. Mereka terbiasa diperhatikan orang dewasa di sekitanya,mendapat pujian, dan selalu ditemani saat bermain. Anak yang sangat sosial seperti ini bias merasa kurang mendapat perhatian jika orang tua membiarkan ia bermain sendiri.
Anak-anak yang mengalami adiksi perhatian mudah mengalami gangguan perilaku di sekolah dimana aia harus berbagi perhatian dengan anak-anak lain. Pilih waktu tertentusetiap harinya untuk membiasakan dia agar dapat menyendiri. Jelaskan bahwa itu merupakan waktunya sendiri dan ia boleh memilih kegiatan yang disukainya. Untuk pertama kali, waktu menyendiri jangan terlalu lama ; sepuluh atau lima belas menit sudah cukup. Secara bertahap, tingkatkanlah hingga sedikinya setengah jam, kemungkinan ia akan menikamti waktu menyendiri itu dan masih ingin meneruskan meskipun timer sudah berbunyi.
Barangkali pada awalnya ia merasa jemu. Jangan memberi respons dengan mengarahkan apa yang mesti ia lakukan.biarkan berinisiatif sendiri.

MEMPERKAYA LINGKUNGAN SEKITAR ANAK


Mainan yang mendidik

Anak perlu dididik agar suka belajar. Permainan tertentu bias berpengaruh bagi potensi pembelajaran anak. Permainan mendandani meningkatkan kemampuan berimajinasi, permainan rumah-rumahan tertentu mendidik anak mengenai kasih saying karena boneka biasanya dianggap sebagai bayi. Orangtua dan guru bias menarik banyak manfaat permanian boneka. Jangan heran jika anda mendengar menirukan kata-kata anda, termasuk nada suara anda.

Membaca, Berbicara, dan Bertanya

Membacakan buku untuk anak sangat berguna pada saat anak mulai dapat memusatkan perhatian untuk jangka waktu yang pendek. Anak-anak suka mendengarkan buku yang dibaca berulang-ulang. Mereka tak pernah merasa bosan, pada akhirnya anak bias meneruskan kalimat yang anda bacakan atau mengisi kata-kata yang hilang, atau mengoreksi jika secara sengaja atau tidak anda melewatkan satu kata.
Meskipun kadang-kadang anak mengajukan pertanyaan hanya sebagai cara menarik perhatian, doronglah mereka untuk terus bertanya dan memuaskan ras ingin tahunya. Anak-anak yang diajak berbicara, dinyanyikan, dan banyak mendengarkan, kemungkinan akan mengembangkan kemampuan verbal yang baik nanti.

Bermain Game

Melakukan permainan yang menggunakan kartu dan papan dengan anak-anak mempunyai dua fungsi yang bermanfaat. Anak dapat belajar konsep angka dan warna. Bermain game juga mengajarkan keterampilan sosial yang sangat berguna. Anak belajar mengenal giliran dan tahu bahwa mereka tak bisa selalu menjadi pemain yang pertama. Ini merupakan ketermapilan dasar yang akan sangat berguna ketika anak masuk prasekolah atau bermain-main di taman bermain. Belajar menerima kekalahan dan tidak bermain curang bukan hal yang mudah bagi anak.
Anda dapat membantu mengatasi kekecewaan anak yang kalah dengan menyuruh pemenang merapikan kembali bekas permainan atau memberi kesempatan pada anak yang kalah untuk mendapat giliran pertama dalam permainan selanjutnya.


Televisi

Acara anak-anak di televisi dan komputer juga bermanfaat bagi anak. Acara televisi seperti barney atau sesame street mengajarkan nilai-nilai yang baik dan mendorong anak untuk berpartisipasi dalam bernyanyi, belajar, dan bermain. Di sisi lain, terus-menerus menonton televisi akan membuat anak bergantung pada sumber hiburan dan tak banyak melakukan aktivitas permainan lain.
Kekerasan yang ditampilkan di televisi juga berbahaya bagi anak usia prasekolah. Mereka cenderungakan meniru perilaku agresif. Lagi pula, bagi anak usia tersebut masalah lebih mudah dipecahkan dengan menenang dan memukul daripada dengan bicara.

Komputer

Komputer bisa membantu anak belajar. Banyak anak prasekolah belajar matematika dasar dan membaca dengan mengunakan komputer. Mereka juga bisa mengikuti perkembangan teknologi denagn secara teratur menggunakan komputer. Terlalu sering menggunakan komputer juga menimbulkan hal uang serius.

Kemasyarakatkan

Lingkungan dan masyarakat merupakan tempat belajar sambil bermain. Berjalan-jalan ke taman bermain di lingkungan sekitar atau mengunjungi kantor pemadam kebakaran, berjalan-jalan di perkebunan, berkunjung keperpustakaan atau took buku, ke kebun binatang atau museum anak,atau bahkan ke kebun perternakan tetangga dapat memperkaya pengetahuan anak.

Pelajaran dan Sekolah

Ada dua kategori utama kegiatan fisik dan pembelajaran khusus. Jika anak anda ikut dalam program penitipan anak atau prasekolah, mungkin ia mengikuti program yang melibatkan kedua tersebut dan memerlukan kegiatan tambahan.
Kegiatan fisik. Kebutuhan kegiatan fisik anak usia prasekolah bisa dipenuhi dengan menari, senam, jungkir balik, dan berenang. Pembelajaran khusus. Pembelajaran khusus meliputi belajar musik, bahasa asing, membaca cerita, komputer, permainan ilmiah, sastra seni dan kerajinan tangan.

Hindarkan Kegiatan yang Terlalu Padat

Meski anak-anak usia prasekolah banyak belajar dari berbagi pelajaran yang diberikan, pastikanlah agar kegiatan mereka tak perlu padat. Cukup dua atau tiga kegiatan dalam seminggu. Anak-anak usia ini perlu banyak waktu bermain-main di rumah.

PROSES BELAJAR ASPEK SOSIAL-EMOSIONAL

Anak lahirkan dengan tempramen yang berbeda-beda dan, mungkin, bahkan tingkat kecerdasan emosional yang tak sama. Meskipun demikian , mereka belajr sikap, keterampilan berinteraktif, serta sifat-sifat baik. Anak akan memetik hasilnya kelak jika mereka diajar dengan benar mengenai keterampilan sosial dan sifat-sifat baik.

Sifat-sifat Baik

Orangtua memberi pengaruhyang besar bagi anak-anak pada tahun-tahun pertama. Selanjutnya, sekolah, teman, dan media secara dramatis mempengaruhi sifat-sifat mereka selama usia sekolah. Jika di masa awal anak di beri landasan yang kuat, kemungkinan untuk salah arah akan lebih kesil bagi mereka. Hati nurani diajarkan pada msa-masa awal tersebut.

Sikap Baik

Anak bias didik untuk nersikap baik terhadap orang lain dengan mengamati perilaku baik oranngtua atau pengasuh, dengan penjelasan spesifik mengenai perilaku baik, dan dengan tindakan orang dewasa yang menghargai, memperhatikan serta memberi pujian ketika mereka menunjukan sikap tersebut. Mereka juga dapat belajar mengenai hal tersebut saat oenrtua membacakan cerita berkaitan dengan sikap baik atau komentar orang-orang di sekitar mengenai sikap tersebut.

Mengungkapkan Perasaan dan Mengembangkan Kepekaan

Perasaan anak-anak prasekolah tak selalu dalam keadaan baik. Kadang-kadang merasa marah, sedih, atau cemas. Mereka perlu kesempatan untuk mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata dan kadang kal juga dengan menangis. Mereka tak selalu dapat memahami perasaan mereka sendiri, dan membuat persoalaan semakin rumit. Meski orangtua dapat mengabaikan kemarahan anak atau menyetrapnya, seharusnya mereka mendengarkan ekspresi kemarahan dan kekesalan anak. Orangtua bahkan bias mengatakan kepada mereka, "kamu boleh menunjukan kemarahanmu dan mengatakan apa sebabnya. Mungkin ibu tak bias memenuhi keinginanmu, tapi paling tidak ibu mau mendengar apa yang kamu rasakan."

Ingin Selalu Menang dan Tak Mau Kalah

Anak usia prasekolah secara umum menjadikan dirinya sebagai pusat dari segalanya. Mereka selalu ingin menjadi yang pertama, ingin medapoatkan segala sesuatu lebih dari saudaranya, dan tak pernah mau kalah dalam permainan. Ini merupakan sesuatu yang wajar bukan suatau gejala adanya persoalan, seperti juga pada saat mereka berusia sembilan tahun atau sepuluh tahun. Perilaku semacam itu memberi kita kesempatan untuk mengajarkan silap mau berbagi, menunggu giliran, dan bermain dengan baik. Anda perlu mengajarkannya secara berulang-ulang dan memuji anak atas kesabaran, kemauan untuk berbagi, dan ketidak curangannya dalam bermain.

Kejar-kejaran, Bergumul, dan Mengelitik

Kejar-kejaran, bergumul dan menggelitik merupakan ekspresi kasih saying yang khas antara orangtua dan anak usia prasekolah dan ini menjadikan merka dekat, gembira, dan tertawa-tawa. Dalam hal ini pun, anak perlu mengenal adanya batasan.
Tugas dan Tanggung jawab

Anak sudah harus belajar mengenai tanggung jawab pada sat berusia dua tahun meski barang kali anda perlu bekerja keras untuk menanamkannya setiap kali belajar bertanggung jawab terhadap sesuatu yang baru. Mereka harus belajar membereskan mainan, pakaian kotor, dan merapikan piring bekas makan mereka. Mereka juga harus belajar menggantungkan jaket dan meletakan sepatu dengan rapi di tempatnya. Mereka bisa juga belajar mengambil surat kabar atau surat yang datang. Sekitar usia tiga tahun mereka sudah bias membantu anda menata meja dan merapikan tempat tidur.

Membantu Anak Belajar Mengenai Tubuhnya

Pendidikan seks sederhana pertama yang diberikan kepada anak usia prasekolah adalah mengidentifikasi bagian-bagian tubuh. Anda bisa mengajarkan mengenai alat-alat kelamin bersamaan dengan memperkenalkan bagian tubuh lain seperti mata, telinga, dan tangan. Tak masalah jika anda menggunakan istilah tertentu untuk anak, tapi mereka perlu juga di ajarkan nama yang sebenarnyaagar kelak anak tak merasa canggung menyebutkannya. Mudahan anak anda tak akan mempermalukan anda dengan berkata, "lihat, tetek Bu Jones besar sekali," meski Bu Jones akan menanggapinya dengan tertawa dan memaklumi hal tersebut.

Humor

Humor merupakn hal yang penting dalam proses belajar aspek sosial emisional anak. Orangtua sering bercanda dan menggoda anak-anak dengan cara yang baik, dan ini menunjukan kepada mereka bahwa bercanda merupakan sesuatu yang dapat diperbolehkan juga.

Kelompok Bermain

Jika anda dan anak berada di rumah sepanjang hari, maka kelompok bermain merupakan tempat di mana anak bisa berinteraksi dengan anak-anak lain dan belajar berbagi perhatian merupakan prioritas utama. Bagi anda, berinteraksi dengan oranguta lain juga merupakan prioritas sendiri. Selama usia prasekolah, sebaiknya kelompok bermain jangan terlalu besar jumlahnya.

Teman Bermain

Pada saat anak berusia sekitae tiga atau empat tahun, biasanya anak mulai mempunyai teman bermain kelompok. Mereka mulai bermain di rumah teman atau teman yang berkunjung ke rumah mereka. Bermain bersama teman memungkinkan anank untuk mengembangkan keterampilan sosial, melewatkan waktu khusus bersama teman serta bermain-main dengan mainan milik teman.

Pesta Ulang Tahun

Pesta ulang tahun anak prasekolah sangat spesial meski kadang sulit dikendalikan. Pesta bisa melibatkan keluarga, sekolah, dan teman-teman. Banyaknya anak di undang biasanya diakibatkan karena tak ingin mengecewakan anak lain dan itu tentu saja bias dipahami. Meski mengundang tiga atau enam anak saja sudah cukup dan lebih mudah diatur. Namun barang kali perlu juga mengundang beberapa anak lagi untuk mengajarkan anak anda agar memperhatikan perasan teman dan jangan ada teman yang tak diundang.

DISIPLIN

Orangtua dan guru selalu memikirkan cara tepat menerapkan disiplin bagi anak sejak mereka balita hingga masa kanak-kanak dan sampai usia remaja. Tujuan disiplin adalah mengarahkan agar anak mereka belajar mengenai hal-hal baik yang merupakan persiapan bagi masa dewasa, saat mereka bergantung pada disiplin diri. Diharapkan, kelak disiplin diri mereka akan membuat hidup mereka bahagia, berhasil, dan penuh kasih saying.

Hubungan Antara Disipli dan Kebebasan

Disiplin dan kebebasan merupakan dua hal yang tak terpisah satu sam lain. Pendekatan anda dalam menegakkan disiplin terhadap anak sangat mempengaruhi kebebasan dalam bersikap. Tak sama dengan menyusun rutinitas harian dilakukan dalam sehari-hari.

Kasih Sayang Bentuk V

"Kasih saying berbentuk V" memberi gambaran global mengenai falsafah disiplin. Sebagian orangtua, tentu anda sudah banyak membaca buku yang mengungkapakan bahwa tak ada istilah "cinta anda terhadap anak telalu berlebihan". Sementara buku-buku lain menyarankan aar anda memberi kebebasan kepada mereka. Meski cinta terhadap anak tak mengkin berlebihan, berhati-hatilah dalam memberi kebebasan dan berikanlah secara bertahap dengan kasih saying bentuk V.

Rutinitas dan Fleksibilitas

Disiplin lebih mudah diterapakan jika anda memberlakukan rutinitas sepanjang waktu. Dan karena anda juga hendak mengarjakan anak usia prasekolah mengenai fleksibilitas, maka sesekali anda mesti melakukan variasi terhadap rutinitas yang ada sehingga mereka terbiasa dengan konsep pengecuakian. Misalnya, anda baru pulang dari perjalanan dan sangat lelah, padahal anda terbiasa membacakan ceria kepada anak-anak sebelum tidur. Jangan segera untuk menjelaskan rutinitas sebelum tidur kali ini berbeda dengan yang biasa karena kita semua lelah.

Konsisten

Kalau anda merasa sulit untuk bersikap konsisten kepada anak yang masih berada pada usia prasekolah, percayalah, anda tak sendiri. Tak ada satu pun orangtua yang bias benar-benar konsisten. Anak tak perlu konsistensi yang absolut Karen toh hal itu justru kan mengajarakan merka untuk menjadi kaku.

PILIHAN YANG TEPAT

Sekarang ini memang orangtua banyak memberi pilihan kepada anak. Kebanyakan orangtua berkeyakinan bhwa jika anak dibebaskan memilih, anak cendrung mematuhi mereka. Orangtua juga cendrung meyakini bahwa pengambilan keputusan merupakan latihan intelektualyang baik untuk kelak mampu mengambil pilihan yang tepat dalam hidup.

Prinsip-Prinsip Dalam Memberi Pilihan

Anak-anak usia prasekolah semestinya dibiarkan memilih. Prinsipnya, berikan pilihan yang anak mampu bertanggung jawab terhadap pilihan tersebut, bukan memberinya pilihan yang menurut Anda terbaik bagi mereka taupun yang mengandung konsekuensi yang berbahaya. Tak jika berpikir bahwa konsekuensi alami bisa mengajarkan anak usia prasekolah bagaimana mengambil pilihan yang tepat.

Orangtua Perlu Bersikap Tegas

Terkadang dalam mengajarkan anak agar bersikap tegas, orangtua sendiri tak menunjukan sikap tersebut. Mereka berusaha untuk selalu menyenangkan anak sehingga kehilangan kekuasaan dan tak ada sosok kepala keluarga. Anak-anak yang terbiasa dengan berbagai pilihan akan selalu menuntut hal tersebut, dan ini membuat orangtua tak punya pilihan. Jika anda tahu apa yang terbaik, bersikaplah posotif dan tegas,sehingga anak bisa menerima bimbingan anda. Mereka juga akan merasa lebih aman.

MENGAMANKAN LINGKUNGAN

Orangtua dapatmemberi kebebasan sekaligus batasan bagi anak-anak usia prasekolah dengan cara mengamankan lingkungan dengan boks bermain, boks bayi, pagar pembatas, dan pintu. Anak-anak perlu melakukan eksprolasi tanpa terlau banyak larangan.
Konsep mengamankan lingkungan adalah menyingkirkan benda-benda berbahaya dari jangkauan anak-anak serta memberi area yang aman untuk bereksplorasi. Anda mungkin perlu menjahukan benda-bensa berbahaya, mengunci lemari, atau menutup area yang berbahaya bagi anak-anak. Sebuah lemari atau laci dalam setiap ruangan yang disediakan khusus untuk anak akan sangat berguna sehingga anak dapat diahlikan perhatianya dari area yang tak aman baginya.

Batasan yang Memberi Kebebasan

Batasan seperti pagar, pembatas, pintu, dan sebaginya, memberi anak kebebasan untuk melihat, memegang, membolak-balik, danmemainkan benda-bensa yang biasa dilihatnya. Ruang gerak tempat dia bereksplorasi mesti diperluas seiring dengan bertambahnya usia. Boks bermain bisa digunakan selam sekitar setengah jam, tetapi jika lebih dari itu akan terlalu membatasi. Juga jika anak juga sudah mulai bisa dihalaman yang sudah diamankan dengan pagar terkunci.
Pagar yang disesuaikan cukup berguna untuk menjaga keamanan anak dan tetap berada dalam pengawasan anda. Jika pagar yang bisa di bongkar pasang sesuia kebutuhan sangat praktis untuk dimanfaatkan karena dapat dipindahkan ketempat lain diman di perlukan. Selain itu, anda juga harus selalu memperhatikan perkembangan anak karena bisa jadi semakin besar rasa ingin tahunya dan cukup kuat untuk mendorong pagar tersebut walaupun sudah dipasang dengan benar.

PENGHARGAAN DAN HUKUMAN

Meski sudah sejak lama orangtua memberi penghargaan atau hadiah dan hukuman, teori-teori dan penelitian terbaru menajarkan kapan saatnya menggunakan hal tersebut dalam mendidik anak serta kapan tak semestinya diberikan.

Penghargaan Intrinsik

Lingkaran dengan titk tengah sebagai target memberi contoh kontimun serta ragam penghargaan dan hukuman. Titik target ditengah menggambarkan penghargaan intristik. Penghargaan intristik merupakan kesenangan-kesenangan kecil dalam melakukan aktivitas: yaitu, dimana anak merasa tertarik dan sibuk dengan hal tersebut. Mereka nikmati apa yang sedang mereka kerjakan.

Perhatian

Pujian juga merupakan bentuk perhatian yang positif, tetapi kata-kata pujian memiliki nilai tambah, yaitu menunjukan apa yang diharapkan dari anak dan mengajarkan mereka tentang nila nilai yang anda yakini. Karena itulah orangtua harus sangat berhati-hati untuk menimbulkan sifat kompetetif dan merasa super.
Percakapan refensial. Perhatian yang paling berarti bagi anak adalah percakapan orang dewasa di hadapan anak. Saya menyebutnya sebagai percakapan, yaitu percakapan anatara orang dewasa mengenai perilaku atau karakteristikanak. Ungkapan yang positif dapat merusak rasa percaya dirinya. Mereka merasa perilaku tersebut tak dapat diubah. Jika orangtua, pengasuh, dokter, dan saudara menggunakan percakapan refensional secara hati-hati, maka akan memberi pengruh positif bagi perkembangan dan pertumbuhan.
Perhatian negatif. Perhatian negatif menimbulkan persoalan dua sisi. Karena kebanyakan anak ingin mendapat perhatian, maka anak yang tak berhasil mendapatkan perhatian positif akan senang menerima perhatian negatif.ini bukan berarti ia senag dimarahi, melainkan menurut riset mereka cendrung akan terus akan menunjukan perilaku buruknya jika dimarahi berlebihan di depan orang banyak. Perilaku mereka bahkan semakin buruk jika semakin banyak dimarahi. Lebih baik memberi tanda secara diam-diam agar mereka berhenti bersikap buruk.

Konsekuensi

Lingkaran target yang ketiga menggambarkan konsekuensi alami dari suatu aktivitas, dan ini merupakan kategori penghargaan dan hukuman berikutnya yang paling efektif. Anak yang berpakaian sendiri sebelum kesekolah merasa lebih baik dari pada harus dipaksa berpakaian tiap pagi. Anak yang masuk dalam golongan pertama mengalami apa yang disebut konsekuensi positif. Sedangkan kelompok kedua mengalami konsekuensi negati. Anak yang memulai perkelahian akan menanggung akibat perbuatannya. Anak lain akan membalas pukulannya atau mengatainya. Anak-anak yang mau berbagi dengan anak lain cenderung mudah berteman.

Aktivitas

Perhatian khusus dari orang dewasa yang dekat dan konsekuensi yang timbul segera lebih baik dari pada dua lingkaran luar pada lingkarpenghargaan dan hukuman.lingkaran keempat menggambarkan aktivitas sebagai penghargaan bagi prestassi belajar anak dan larangan melakukan aktivitas sebagai bentuk hukuman.

Hadiah Materi

Lingkiran terbesar dan terakhir berhubungan dengan hadiah dan hukuman materi, termasuk dalam stiker, kartu bisbol, gambar bintang, poin, uang, kado, dll. Secara teknis, hadiah hadiah ini disebut sebagai "benda pendororng" dan sering banyak digunakan orangtua. Meski demikian, penggunaan hal tersebut sering kali berlebihan sehingga anak belajar tawar-menawar dalam pembelian benda tersebut dan bergantung padanya. Hadiah berupa benda yang paling efektif jika digunakan sementara saja, untuk menjembatani lingkar-lingkar dalam dan jika bentuk penghargaan lain tak berhasil.

MEMUKUL DAN MENYETRAP

Di zaman seperti sekarang ini pun masih ada orangtua yang memukul anaknya. Ada kalanya anak begitu menjengkelkan sampai anda kehilangan kesabaran dan memukul tangan atau bokongnya. Memang, sekali memukul tangan tangan tak akan merusak hubungan antara anda dengan anak, tapi pukulan tersebut tak meningkatkan disiplin yang anda tegakkan atau hubungan dalam keluarga. Kalau anda sudah terlanjur beberapa kali memukul, itu bias dimaaftkan, tapi jangan lakukan itu lagi. Ada banyak cara lain yang dapat dilakuakan.

Situasi yang Tak Diharapkan

Pukulan atau tamparan lebih memberi keuntungan dan hukuman kepada pelaku daripada anak yang mengalaminya. Ini sama sekali bukan merupakan situasi yang diharapakan. Jika orangtua merasa bahwa memukul anak merupakan tindakan yang tepat, maka ia cendrung akan semakin sering melakukannya dan akan berkembang hubungan yang diwarnai kebencian antara orangtua dan anak. Dan orangtua memberi contoh yang baik.

Perbedaan Pendapat Di Antara Orangtua

Pukulan paling banyak menimbulkan masalah dalam keluarga yang berbeda pendapat tentang diterapkannya tindakan tersebut. Jika si ayah tetap memukul, kemungkinan si ibu akan diam dan frustasi melihatnya atau melindungi si anak sambil menjelaskannya "sebenarnya ayah tak ingin memukulmu" atau "tak semestinya ayah memukulmu". Ini akan memnberikan perlindungan kepada anak sehingga ia merasa lebih berkuasa daripada ayahnya sehingga pukulan tadi sama sekali tak ada artinya. Ini bias membuat ayah semakin sering memukul anak karena ia merasa diabaikan dan sikap anak semakin keras tak patuh serta perlu dihukum. Anak sering kali menangis lebih keras untuk menarik perhatian dan perlindungan si ibu.

Risiko Tindak Kekerasan

Kehidupan nyata lebih rumit dari contoh kasus yang saya berikan. Barang kali si ayah tetap memukul anak walupun si ibusetuju atau tidak. Kemungkinan ayah menolak untuk mendatangi konselor dan tetap memukul anak. Meski memukul merupakan bukan tindakan kekerasan, anak prasekolah masih terlalu kecil tak berdaya, sementar orangtua yang memukul kadang-kadang marah sehingga pukulan semakin keras dan bisa disertai tendangan, selanjutnya terjadilah tindakan kekerasan fisik.
Memberi Perlindungan
Ketika mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan, para ibu biasanya mencurahkan perasaan kepada anak mereka, terutama anak sulung, dan ini bias menimbulakan resiko yang cukup berarti. Kelak anak akan sulit mengembalikan kepercayaan dan rasa hormat kepada orangtuayang telah melakukan tindakan kekerasan walapun kini sudah berubah. Terlebih lagi, jika anak sudah dianggap dewasa, maka ibu terlihat tak berdaya sehingga baginya akan sulit juga mempercayai ibunya. Sebaiknya anak prasekolah jangan diberi penjelasan yang terlalu mendetail karena mereka belum dapat memahaminya. Sementara anak-anak perlu rasa aman dan tenang, menyadari bahwa orang tua yang tegar dan penuh kasih sayang yang melindungi mereka. Alternatif lain yang lebih baik daripada memukul adalah menyetrap.
Boks, kursi, dan kamar. Boks tempat tidur merupakan tempat menyetrap yang paling baik bagi balita untuk pertama kalinya. Jika anda sudah terlalu besar untuk diletakan di boks, selanjutnya bias digunakan kursi sebagai tempat menyetrap.sebagian orangtua menggunakan tangga kelantai atas sebagi tempat menyetrap.
Gunakan timer.timer berguna dalam menyetrap anak. Ketika anda mendengarkan bunyi timer, ia tahu dirinya boleh meninggalkan tempat di mana ia di setrap. Anak usia prasekolah cukup disetrap untuk jangka waktu yang pendek saja dan jangan terlalu lama. Lima menit sudah cukup membuat mereka jera untuk melakukan lagi kenakalannya.
Memberi alasannya. Anak perlu memahami alasan mengapa ia di setrap. Pertama kali anak melakukan kenakalan, ia perlu diberi penjelasan dan diajarkan bagaimana semestinya ia bersikap. Misalnya jika ia merebut mainan teman, ia harus diajarkan untuk berbagi dan konsep menunggu giliran mesti diajarkan. Jika anak kembali merebut mainan, ia perlu di setrap.
TIM PENDUKUNG
Sekarang ini, urusan pengasuhan anak semakin rumit. Dalam keadan yang semakin kompleks, sulit mendata beragam penitipan anak yang dapat mempengaruhi anak usia prasekolah. Suatu tim olahraga tak akan mmenangkan permainan jika anggota tim membuang energinya untuk saling menyerang satu sama lain. Seperti halnya dalam keluarga, masing-masing anggota keluarga tak akan merasa senag jika mereka yang bertanggung jawab memberi kasih sayang dan pengasuhan saling melakukan sabotase kekuasaan atau saling bersaing untuk menjadi pengasuh yang baik.

Peran Serta Ayah

Peran ayah dalam keluarga tekah berubah dramatis dari generasi yang lalu dan lebih lagi dibandingkan dengan generasi kakek-kakek kita. Perubahan tersebut biasanya menyenangkan bagi para ibu dan juga para ayah itu sendiri.
Meski para tak bias mengandung, mereka juga ikut mempersiapkan diri ketika ibu mulai mengandung bayi mereka. Malahan, biasanya mereka mengatakan, "kami akan punya anak," bukan mengatakan, "istri saya punya anak." Selama kehamilan dan persalinan para ayah juga ikut mempersiapkan diri dan memberi dukungan serta semangat kepada ibu.

Komunikasi

Kerjasama tim perlu perencanaan dan komunikasi. Baik orangtua, kakek-nenek, maupun pengasuh anak, tak ada yang dapat membaca pikiran orang. Lagi pula, tak ada satu cara yang paling tepat untuk mengasuh anak dan merupalan hal yang lumrah jika masing-masing orang punya berbeda tentang bagaimana cara mengurus anak yang baik mungkin semua cara itu benar.

Bagaimana rasanya?

Anda lebih bisa memahami contoh tersebut jika anda merupakan pihak yang dikesampingkan. Anda akan marah dengan apa yang akan dilakukan suami, mertua, atau pengasuh sehari-harinya.sementara jika Anda-lah yang melakukan hal tersebut,mungkin anda berpikir, "memangnya kenapa? Itu bukan persoalan yang besar, Cuma soal permen".

Hormat

Jika anda ingin mengajarkan agar anak-anak menghormati orang yang mengajar dan membimbing mereka, maka orang-orang dewasa harus menunjukkan bahwa mereka saling menghargai satu sama lain. Jika orangtua tak saling menghargai dengan membiarkan anak mengabaikan aturan-aturan yang ditetapkan salah satu orangtua, anak pun akan belajar untuk menghargai mereka
MEMILIH PENITIPAN ANAK YANG BAIK
Mungkin anda perlu menitipkan anak agar ia bergaul atau anda bisa kembali bekerja. Criteria keduanya sama, hanya saja sikap konsisten dan komunikasi antara rumah dan sekolah lebih penting jika anak melewati jangka waktu yang cukup panjang di luar rumah. Komunikasi antara rumah dan sekolah penting bukan hanya karena itu akan membuat anda mersa tenang dengan lingkungan tempat anak dititipkan, melainkan juga karena anda, sebagai orangtua, bisa mengikuti perkembangan anak meski tak bisa bersama mereka sepanjang waktu.

Suasana

Pengasuh haruslah penuh kasih sayang terhadap anak. Jika staf di tempat tersebut tampaknya menganggap anak sebagai pengacau, anak bisa menjadi seperti itu, dan ini bukan suatu permulaan yang baik. Sebaiknya jika mereka menekankan pendekatan positif dalam menghadapi problem prilaku, maka bisa diharapkan lingkungan tersebut baik bagi anak anda.

Staf

Pertama, anda perlu melihat rasio staf pengasuh dengan anak. Idealnya satu staf menangani tak lebih dari delapan anak. Untuk anak yang lebih kecil, rasio semstinya 4:1 atau 6:1 , tergantung umur balita. Tanyakan latar belakang prndidikan training dan training pra staf. Direktur semestinya lulusan perguruan tinggi dalam bidang pendidika prasekolah. Staf lain sebaiknya sudah menjalani pelatihan selama dua tahun sudah menjalani latihan kerja.
Organisasi Kelas

Oraganisasi dalam batasan yang wajar sangat penting bagi anak yang mempelajri tanggung jawab dan disiplin dari sejak dini. Rutinitas yang mengajarkan anak-anak mengenai sopan santun, tanggung jawab merapikan, bersikap baik dengana anak lain, dan hormat kepada guru akan mempersiapkan mereka untuk sekolah. Lingkungan kelas yang tak terorganisir dan tak terkendalibisa menimbulkan perasaan tidak aman pada anak yang biasanya akan terlihat ketika berada di rumah.

Menumbuhkan Kecintaan Pada Buku

Kebanyakan tempat penitipan anak dan prasekolah berusaha menumbuhkan kecintaan pada buku karena membaca merupakan syarat bagi tumbuhnya cinta belajar. Membaca buku cerita selama beberapa jam sehari tak semstinya digantikan dengan televisi demi kepraktisan. Televisi mesti diberikan dalam porsi kecil atau tidak sama sekali bagi anak-anak usia prasekolah.

Seni, Ekspresif Kreatif, dan Rasa Ingin Tahu

Permainan dan peralatan mestinya meluputi alat-alat melukisdan menggambar, balok-balok besar dan kecil, mainan imajinasi, dan juga perlengkapan outdoor. Suasana dimana anak diharapkan utnuk bereksplorasi, menciptakan dan menemukan, merasakan dan menyentuh, serta tak hanya meniru orang dewasa, akan menciptakan lingkungan yang kreatif. Perhatikan apakah rasa ingin tahu anak mendapat dorongan. Jika keadaan terlalu kaku, minat mereka pun trak tersalurkan.

Musik, Tari, dan Gerakan

Gerakan kreatif akan menimbulkan ras cinta anak terhadap musik dan irama. Tarian dan gerakan yang menyenangkan denag diiringi musik mesti harus menjadi bagian dari kegiatan harian anak prasekolah. Musik juga penting bagi perkembangan otak sejak dini.

Permaian Outdoor dan Eksplorasi

Eksplorasi terhadap alam mungkin sangat terbatas di daerah perkotaan. Tapi mengenal cuaca, hewan dan alam bisa dilakukan dalam taman dan tempat bermain, dan ini penting bagi anak-anak . kemampuan melakukan observasi dan ras ingin tahu mesti didorong dengan kesadaran lingkungan. Hal ini sangat penting bagi anak balita.

Persiapan Akademis

Prasekolah mesti meberikan persiapan akademis tetapi tidak terlalu banyak. Pendekatan yang lebih holistic adalah penting bagi anak berkembang dengan semestinya. Pada usia 4 tahun, persiapan akademis mulai diperbanyak.

Sistem Nilai

Agama, nilai-nilai tentang kejujuran, rasa hormat, tentang kehidupan binatang, suaka alam, dan sebagainya, harus sesuai dengan nilai-nilai yang dianut keluarga anda. Meski tak seharusnya sama, setidaknya sesuai harus sesuai dengan yang anda pikir cocok untuk anak anda.

Kebebasan Memilih dalam Batas-Batas Tertentu

Sebagian sekolah menerpakan kurikulum yang sama bagi semua murid dan sebagian lainya membiarkan anak memilih berdasarkan minat dan perkembangan mereka. Pealjaran prasekolah yang kaku tak memperhatikan perbadaan masing-masing individu. Membiarkan anak memilih apa saja yang dikehendakinya juga mengandung resiko. Anak cendrung akan memilih sesuai minatnya dan berusaha mendapatkannya, tetapi mengabaikan hal-hal yang membosankan padahal perlu dipelajari sebagai persiapan masuk taman kanak-kanak.

Nutrisi

Jika anak makan pagi atau siang di penitipan, tanyakanlah program nutrisi dan pilihan makan yang diberikan.makanan hangat tentu sangat enak jika kedua orangtua bekerja dan tak sempat menyiapakn makan malam yang hangat di rumah. Tetapi mungkin anda ingin membelikan sandwich atau snack yang disukai anak jika mereka susah makan meskipun anak yang susah makan biasanya lebih berselera ketika makan bersama-sama.

Tidur Siang

Periksalah jadwal tidur siang di penitipan,apakah sesuai jadwal rutin anak adna selama ini. Mungkin anda perlu melakukan perubahanrutinitas anak jika ternyata ada masalah, meminta penitipan agar melakukan penyesuaian bagi anak anda. Pertanyaan dan diskusi mengenai hal tersebut akan membantu anda melihat fleksibelitas para staf.anak balita perlu penyesuian, khusunya sebelum mereka mempelajari rutinitas sekolah. Anak yang bangun pagi-pagi perlu tidur siang, anda bisa mepertimbangkan apakah waktu tidur anak perlu disesuikan.

Pengasuh Alternatif Lain

Jika anda ingin pengasuh atau saudara yang mengasuh anak anda di rumah, dengan mengunjungi tempat penitipan anda bisa mendapat ide-ide yang kemudian bisa diberikan kepada pengasuh tersebut. Checklist untuk memilih tempat penitipan anak bisa juga digunakan ketika anda mewawancarai pengasuh.

Memilih Pengasuh Anak

Memilih pengasuh yang baik lebih sulit daripada memilih penitipan anak. Agen penyalur baby sitter yang juga memberikan pelatihan bagi mereka mungkin akan memudahkan bagi anda. Lakukan wawancara dengan pengelola agen tersebut agar anda mendapat gambaran mengenai proses penyaringan calon baby sitter agar anda merasa yakin bahwa pengsuh tersebut cukup terampil dalm mengasuh anak. Selain itu, anda juga mestinya mewawancarai calon pengasuh itu sendiri. Pastikan bahwa agen untuk mengembalikan pengasuh yang menurut anda tak sesuai. Pengasuh akan memberi pengasuh besar pada anak yang diasuh.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tips mengajarkan balita untuk pipis ditoilet

May 21st, 2010 admin
Mengajarkan balita untuk pipis ditoilet memang tidak mudah, mereka jarang sekali mau untuk pipis ditoilet. Terkadang, balita sangat bandel sekali, mereka lebih memilih untuk pipis dicelana dari pada pipis di toilet. Dan hal tersebut memang benar-benar bisa membuat orangtua untuk marah, tetapi hal tersebut tidak benar.
Seharusnya, orangtua harus bisa sabar dan lemah lembut kepada bayi mereka, karena sang bayi masih belum mengerti benar dengan tindakan yang mereka lakukan. Maka dari itu, didalam artikel ini saya akan membahas beberapa tips yang bisa orangtua lakukan untuk mengajak bayi untuk mau pipis ditoilet.
Ingatlah kunci dari tips-tips berikut adalah ketelatenan dan kesabaran yang ekstra. Selamat membaca dan semoga berguna.
  • Gunakanlah bahasa yang menarik dan intonasi yang unik terhadap bayi anda
Dalam mengajak balita untuk mau melakukan sesuatu yang diperintahkan orangtua, orangtua harus menggunakan bahasa dan intonasi yang unik, dimaksudkan agar sang bayi tertarik dengan apa yang diperintahkan orangtua. Pada dasarnya, bayi sangat tertarik dengan sesuatu yang unik dan menarik perhatiannya. Maka carilah suara yang disenangi balita anda, dan lihat bagaimana hasilnya.
  • Berikan gambaran yang menarik tentang buang air kecil di toilet
Anda bisa menggunakan cerita yang menggambarkan tentang baiknya buang air kecil ditoilet, sehingga bisa memberikan pengertian pada bayi anda kalau buang air kecil ditoilet adalah suatu pekerjaan yang mulia untuk diri sendiri.
  • Buatlah semacam permainan untuk mengajak anak anda buang air kecil ditoilet
Anda bisa mengadakan perjanjian atau semacam permainan yang dimana aturan dalam permainan ini ketika orangtua atau anak ingin buang air kecil mereka harus ke toilet. Dan bagi anak anda berhasil buang air kecil ke toilet selama seminggu berikan ia hadiah yang ia inginkan.
  • Dampingi selalu balita anda ketika ia ingin buang air kecil ditoilet
Ini adalah point terakhir yang harus orangtua lakukan, dampingi bayi anda dan berikan penghargaan setelah ia buang air kecil ditoilet.

 

 

 

 

Hukuman alternatif untuk anak

October 8th, 2010 admin
Anak adalah titipan dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga kita wajib membesarkan dan mendidiknya.
Biasanya anak-anak yang masih kecil itu bandel sekali. Apa lagi anak jaman sekarang bandelnya minta ampun. Maklum saja kalau anak bandel, karena mereka masih belum tahu apa-apa. Kita pun pernah menjadi anak bandel ketika kita masih kecil dulu. Anak yang bandel itu sudah biasa, karena itu merupakan pembelajaran juga untuk mereka. Karena anak yang bandel pastinya lebih banyak mendapatkan hukuman sehingga mereka menjadi anak yang bisa mengerti apa kesalahan mereka dan tidak melakukannya lagi.

Kita sebagai orang tua seharusnya bisa menempatkan diri, kapan waktunya kita harus lembut atau pun kapan waktunya kita harus tegas terhadap mereka. Mereka tentunya masih butuh sekali bimbingan dari kita. Kita tidak boleh langsung main hukum saja ketika buah hati kita melakukan kesalahan. Kita harus melihat terlebih dahulu seberapa besar kesalahan mereka untuk memberikan hukuman kepada mereka.
Hukuman untuk anak sebaiknya tidak membuat anak menjadi terpuruk. Karena mereka kan masih kecil jadi sebesar apapun kesalahan mereka kita sebagai orang tua harus meminimalkan dan menyederhanakan hukuman untuk mereka. Kita juga ikut bertanggung jawab dengan kesalahan yang mereka perbuat. Karena mungkin kurangnya didikan kita sehingga anak kita melakukan kesalahan.
Pilihan hukuman yang mendidik untuk anak antara lain :
  1. Memberi mereka tugas membersihkan halaman
  2. Menyuruh mereka meminta maaf kepada orang yang bersangkutan, sebaiknya kita temani
  3. Menyuruh mereka untuk belajar atau mengerjakan PR
  4. Menyuruh mereka untuk membantu menyelesaikan pekerjaan kita yang mudah-mudah
  5. Memberi mereka tugas yang dapat mengasah kemampuan mereka
  6. Kalau pun kita harus memarahi mereka, usahakan jangan memarahi mereka didepan umum. Karena hal itu akan berdampak pada anak.
  7. Menyuruh mereka berjanji untuk tidak mengulangi hal tersebut.
  8. Jangan lupa untuk slalu memngingatkan mereka untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama
Alangkah baiknya jika kita dapat memberikan hukuman-hukuman yang lebih menddidik bagi buah hati kita, dari pada kita hanya memberi mereka hukuman yang malah akan membuat mereka lebih bandel. Hukuman bertujuan agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama dan bertanggung jawab akan tindakan yang telah mereka lakukan. Terutama yang merugikan orang lain dan diri mereka sendiri

 

3 Permainan yang melibatkan anggota keluarga

October 10th, 2010 admin
Permainan tidaklah dapat lepas dari kehidupan kita, khususnya bagi anak-anak. Semua orang pernah menjadi seorang anak jadi setiap orang pasti pernah melakukan suatu permainan. Suatu permainan akan lebih berarti bila dilakukan bersama keluarga. Karena dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan. Betapa asyiknya bila kita dapat bermain bersama dengan keluarga.
Ada berbagai permainan seru yang dapat kita mainkan. Permainan ada 2 macam yaitu : permainan tradisional dan permainan modern. Permainan-permainan ini yang dapat menambah kekompakan, atau bahkan permainan yang dapat mengasah kreatifitas anak, permainan yang menambah kecerdasan dan mengandalkan kebersamaan. Permainan permainan tradisional lebih mengutamakan kebersamaan, karena permainan tradisional biasanya dilakukan beramai-ramai sehingga menjadi lebih seru, permainan ini seperti grobak sodor, kasti, lompatan, angklek dan lain-lain. Sedangkan permainan modern lebih mengandalkan peralatan yang canggih-canggih, seperti game board, PS, nintendo, karambol, dan lain-lain.
Suatu permainan akan lebih seru jika kita dapat melakukannya bersama keluarga. Permainan ini juga bisa disebut permainan keluarga. Berikut beberapa permainan keluarga yang mengasyikkan:
  1. Karambol=Karambol adalah suatu permainan yang menggunakan beberapa koin dan cara bermainnya dengan di sentilkan bertujuan agar koin-koin tersebut memasuki bolongan yang tersedia. Permainan ini sangatlah asyik bila dapat kita lakukan bersama keluarga. Karena permainan ini membutuhkan paling sedikit 2 orang dan paling banyak 4 orang. Jadi kalau dalam satu keluarga terdiri dari suami istri dan 2 orang anak sangatlah cocok.
  2. Angklek=Permainan tradisional ini sangatlah sederhana dan dapat dilakukan dimanapun. Sehingga kalau ada waktu kita dapat melakukannya. Kapanpun itu. Karena permainan ini tidak membutuhkan biaya yang besar.
  3. Out bon=Permainan ini lebih menantang dari permainan permainan lainnya, karena permainan ini membutuhkan keberanian yang cukup besar bagi anak-anak. Sehingga akan menambah keberanian anak kita. Permainan ini merupakan alternatif yang bagus kalau anak telah bosan jika hanya bermain dirumah saja.
Berbagai permainan yang kita lakukan bersama keluarga dapat membuat keluarga sehat. Karena keluarga sehat itu tidak hanya keluarga yang tidak pernah sakit, melainkan keluarga yang saling memahami dan terbuka antara satu dan lainnya

MENDIDIK ANAK BALITA yang CERDAS


Labels: anak, artikel, pendidikan, tips | at 12:30 AM

Orang tua mana pun selalu menginginkan buah hatinya menjadi seorang yang cerdas. Hingga usaha apapun akan dilakukan, hingga semakin berkembangnya kebutuhan itu bermunculan pula rupa-rupa media mulai dari flash card sampai CD ataupun berbagai macam buku dan mainan. Dan orang tua menjadi risau ketika si kecil tidak tertarik minatnya sedikit pun, yang membuat anda bertanya-tanya apakah si kecil bermasalah atau anda sendiri yang salah mendidik? Jangan khawatir dulu, ternyata menurut penelitian Linda Acredolo Ph.D, dalam bukunya "Baby Minds: Brain-Building Games Your Baby Will Love, yang berpendapat bahwa "Perkembangan ingatan, kemampuan menyelesaikan masalah, kreativiatas, bahasa dan ketrampilan matematika berkembang ketika anak anda mendapat tantangan, perhatian dan cinta". Jadi untuk merangsang peningkatan intelegensia si kecil tidak harus memerlukan media yang mahal, namun hanya dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan, memberikan rasa aman dan menciptakan lingkungan yang memberikan pengasuhan, anda sudah membantu pertumbuhan intelegensia si buah hati. Ada 6 cara untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak balita anda 1. Menyanyi bersama Mengajak anak bernyanyi bersama awalnya hanya menimbulkan rasa senang. Anda bisa melakukannya sambil mengerjakan pekerjaan rumah atau saat di perjalanan menjemput kakak. Hingga lambat laun anak anda akan belajar membuat syair lagu dengan kata-katanya sendiri. Membuat lagu pendek dan mendorong anak melakukan hal yang sama membantu meningkatkan ingatan dan perkembangan bahasa anak. Dan hasil penelitian dari University of California di Irvine dan University of Wsconsin di Oshkosh menemukan anak-anak prasekolah yang mempunyai keyboard dan instruksi menyanyi bersama dalam grup mempunyai penalaran spatial-temporal yang lebih baik (ketrampilan yang membantu anak dalam menyusun puzzles, geometri, menyusun balok, pecahan dan perbandingan). 2. Sajak setiap saat Dalam bukunya 125 brain Games for Toddlers and two: Simple Games to Promote Early Brain Development, Jackie Silberg berpendapat bahwa "Sajak membantu meningkatkan komunikasi karena mengajarkan kepada anak-anak bahwa bahasa tidak hanya sekedar merangkai kata-kata tetapi juga bagaimana cara menggunakan kata-kata itu. Sehingga semakin sering anak mendengar sajak, makin cepat dia belajar kata-kata yang menghasilkan berbagai bunyi berbeda, sebuah pemahaman yang mendorong ketrampilan membaca. Selain itu, akan lebih membantu apabila penyampaiannya dilakukan melalui sebuah tindakan yang digambarkan ke dalam gerakan-gerakan. 3. Baca lagi dan lagi Mengekspos buku, game atau lagu yang disukai secara berulang-ulang ternyata mampu membantu anak balita mengembangkan ingatan, rentang perhatian dan perbendaharaan kata. Penelitian menunjukkan, anak yang membaca buku yang sama, memahami kata-kata sulit didalamnya 3 kali lebih baik dibanding anak yang hanya sekali mendengar cerita itu. Selain itu, rasa menguasai yang muncul saat anak mulai membaca buku itu sendiri dengan mengisi kata-kata dan ungkapan yang dia ingat juga mendorong anak untuk mengejar pengetahuan. 4. Mengerjakan matematika Menghitung benda-benda yang ditemui misal: garis-garis pada zebra cross atau buku di rak adalah cara menyenangkan untuk mengajari anak bilangan. Tambahkan beberapa konsep matematik yang lebih lanjut seperti penjumlahan, pengurangan, menunjukkan jika jumlah berubah, contohnya: "ada 4 ekor kucing, I ekor lari sekarang tinggal 3 ekor kucing", atau katakana sepatu ayah lebih besar daripada sepetu kamu. 5. Bacakan lebih banyak cerita Anda tahu, membacakan buku untuk anak anda merupakan cara yang baik bagi anak untuk belajar melek huruf. Tapi hasil penelitian menemukan, hal ini sama pentingnya dengan membicarakan apa yang anda lihat didalam gambar-gambar, mengajukan pertanyaan yang berhubungan dan mendorong anak untuk membicarakan tokoh dan alur cerita. Dalam hal perkembangan bahasa, anak-anak yang orangtuanya melibatkan mereka dengan cara membaca yang seperti ini lebih cepat belajar membaca dibanding anak-anak yang orangtuanya hanya membacakan teks di buku. Jadi, coba tantang si kecil untuk mencari gambar atau kata-kata di dalam buku untuk melatih konsentrasi. 6. Biarkan mereka bermain Biarkan anak anda bermain apa saja yang diinginkannya agar imajinasi anak mampu berkembang. Ini adalah salah satu cara terbaik mengembangkan kreativitas dirinya. Biarkan cinta anda mengalir
Melimpahi anak anda yang berusia 2 tahun dengan cinta tak bersyarat adalah cara terbaik untuk meningkatkan otaknya. Mengungkapkan afeksi kepada anak balita anda akan mampu juga meningkatkan rentang perhatian dan kemampuan-kemampuan sosialnya. Para ahli menemukan bahwa kontak mata, sentuhan dan hubungan emosional meningkatkan jumlah dopamine otak, dimana dopamine adalah neurotransmitter yang berguna untuk melakukan berbagai fungsi penting termasuk belajar fokus dan kerja sama. (menurut Becky Bailey Ph.D dalam bukunya I Love You Rituals). Jadi jangan pelit dengan sentuhan, dekapan dan ciuman. Tambahkan komponen dekapan saat menyanyi bersama. Gunakan pangkuan anda sebagai kendaraan dan lengan anda sebagai dayung untuk merangkulnya r.ishaa (dari berbagai sumber)



4 comments:

Anonymous said...
ProyekBisnis said...
Mendidik anak janganlah sampai orangtua melakukan kesalahan,karena itu akan berakibat pada kepribadian anak.terutama bentuk pola asuh kita sebagai orangtua.Pola asuh yang salah bisa saja dapat membuat anak menjadi jiwa yang kerdil dan pesimis.oelh karena itu penting agar orangtua untuk belajar dan memperbaiki gaya didik mereka

-------------------------------------
bagaimana cara mendidik anak agar sukses dan bahagia di anekapilihan.com
r.ishaa said...
Terima kasih mbak Rini sudah membaca artikel ini...
Ya memang betul, dalam memberikan kebebasan bermain pada anak, orangtua harus mampu memberikan kebebasan yang terkendali. Jadi seperti mainan anak-anak "yoyo", kita mencoba menerapkan kebebasan "tarik-ulur". Ada disaat kita membiarkan mereka memilih aktivitas ataupun permainan sesuai dengan keinginan mereka, tetapi tetap dalam pengawasan.

Nah, kontrol orangtua pun juga harus disesuaikan dengan kondisi si kecil, kita harus berusaha untuk mamahami temperamen si kecil. karena tidak selalu satu pola pendidikan yang mungkin sesuai dengan balita A akan bisa diterapkan pada balita B.
Pada intinya, apabila kita akan menndisiplinkan anak, kita coba terapkan beberapa langkah.
Pertama, anda bisa coba dengan teguran, dalam hal ini kita mencoba mengajak berkomunikasi dengan si anak, kita mencoba menjelaskan apa akibat yang muncul dari sikapnya itu dengan "bahasa mereka", kita mencoba percaya dan memberi waktu kepada mereka untuk menganalisa.
Apabila itu-pun masih tidak mampu, kita akan mencoba memperingatkan dengan suara yang lebih tegas dan tepukan lembut dibahu mereka, atau bisa juga pada saat kita menonton televisi atau kejadian kecelakaan di jalan raya, kita bisa jelaskan kepada mereka sebagai upaya pembelajaran.

Oh ya itu juga tidak terlepas dari orangtua sendiri yang harus mampu memberikan situasi yang aman dan terbaik untuk si kecil. jadi semacam benda-benda yang berbahaya, kita harus menyimpannya dengan baik, atau kalau kondisi rumah ditepi jalan raya, kita bisa menutup dan mengunci pagar agar tidak lalai.

Mungkin segitu dulu mbak Rini, karena saya sendiri juga masih dalam taraf "belajar" sebagai orangtua. terima kasih. salam kenal ya?

ishaa
Mila Maya said...
Artikel yang sangat menarik. Ini membantu menambah wawsan saya dalam mendidik anak2 saya. Pengalaman2 saya juga kutuliskan melalui blog www.jemilamay.blogspot.com dan www.paudonline.blogspot.com

Kesalahan Dalam Mendidik Anak dan Cara Mengatasinya

May 21st, 2010 admin
Pendidikan anak dimulai dari keluarga jadi dibutuhkan cara – cara yang baik untuk mendidik anak karena hal itu akan berpengaruh dalam kehidupan anak di masa depannya kelak. Ada beberapa kesalahan dalam mendidik anak yang kadang tidak disadari oleh para orang tua.
Kesalahan – kesalahan itu akan berpengaruh dalam perkembangan mereka terutama dalam kondisi kejiwaan mereka. Di bawah ini bisa dilihat beberapa kesalahan orang tua dalam mendidik anak mereka.
Memberi kebebasan dalam mendidik anak itu bisa dikatakan baik bila mereka juga diajari bertanggung jawab. Kurang pengawasan terhadap anak akan memberi efek buruk karena mereka akan lebih banyak bergaul diluar lingkungan keluarga yang jauh dari jangkauan orang tua.
Kurangnya pengawasan ini juga membuat anak bebas melakukan apa saja tanpa bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
Kegagalan dalam mendidik anak sebagai orang tua adalah ketika mereka gagal mendengarkan. Sebagai orang tua, mereka harusnya bisa memberikan perhatian yang dibutuhkan anak terutama disaat mereka mendapat masalah. Selain itu, mereka juga harusnya bisa menjadi tempat sang anak untuk berkeluh kesah sehingga mereka tidak akan membutuhkan pelarian disaat mereka mendapat masalah.
Juga, seorang anak akan merasa lebih nyaman jika bercerita kepada orang tua mereka. Sebagai orang tua yang sibuk, meluangkan waktu untuk anak adalah hal terpenting karena seorang anak tidak hanya butuh materi tapi juga perhatian.
Bertengkar dihadapan anak adalah salah satu hal yang keliru yang dilakukan orang tua dalam mendidik anak. Hal ini akan membuat perkembangan psikologis mereka akan terganggu dan mereka bisa menjadi orang yang tidak akan sensitif terhadap masalah sekitar.
Dalam menghadapi masalah, harusnya dibiasakan untuk berdiskusi agar anak terbiasa dalam hal ini sehingga proses mendidik anak akan memberikan hasil yang baik untuk perkembangan kejiwaan mereka.
Membiarkan anak menonton TV secara berlebihan juga hal yang salah dalam mendidik anak. Seorang anak diperbolehkan menonton TV jika tidak mengganggu jam belajar mereka. Juga, mereka harus didampingi ketika menonton TV agar mereka mendapat arahan yang benar dari orang tua. Hal ini bisa dianggap cara mendidik anak yang baik.

 

 

 
Bagaimana Menghadapi Anak Cengeng dan Agresif???


 

Mengatasi Anak Cengeng yang Aktif - By Kak Zepe (Tips Mendidik Anak Agresif)
Mengatasi Anak Cengeng yang Aktif

Anak aktif disini tentu saja bukan anak aktif yang positif, yang suka melakukan banyak kegiatan yang diminta oleh pendidik atau guru. Anak aktif di sini, adalah anak yang cenderung melakukan hal-hal yang negative. Seorang pendidik PAUD mengungkapkan kekesalannya pada seorang anak didiknya yang aktif di FORUM TK dan PAUD . "Saya memiliki seorang anak didik yang bandel. Bila diajak melakukan kegiatan, dia tidak mau mengikutinya, meski teman-teman yang lain mau mengikutinya dengan baik. Kalaupun mau ikut, malah lebih sering mengganggu teman-temannya yang lain. Kalau dicuekin, apalagi dinasihati sedikit saja, dia bisa nangis dengan suara keras." Bunda ini merasa sedikit jengkel dengan salah satu siswanya itu. Bagaimana mengatasinya?


1. Anak Hiperaktif
Ada kemungkinan dia adalah anak yang hiperaktif. Anak yang hiperaktif, biasanya membutuhkan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada aktivitas fisik. Bila dia menolak suatu kegiatan, biasanya karena dia merasa bosan. Bisa dikarenakan suasana kelas yang membuatnya tidak nyaman atau kegiatan yang itu-itu aja.

2. Kegiatan Outdoor
Kegiatan-kegiatan yang selalu bersifat indoor bisa membuat anak menjadi cepat bosan. Hal ini juga bisa menjadi suatu sebab anak menjadi tidak mau melakukan suatu kegiatan. Sesekali marilah kita ajak anak didik kita untuk melakukan kegiatan di luar ruangan. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa berupa permainan, melakukan penelitian / percobaan sederhana, olah raga dan lain-lain.

3. Atur Posisi Tempat Duduk
Pengaturan posisi tempat duduk juga sangat penting untuk mengatasi anak-anak yang aktif. Jangan sampai guru memberikan tempat duduk anak yang aktif, berdekatan dengan anak yang aktif pula atau anak yang mudah terpengaruh. Hal ini sangat membutuhkan pemahaman guru kepada karakter anak-anak didiknya. Posisikan tempat duduk anak yang aktif, diantara tempat duduk anak yang baik dan cenderung lebih dewasa, bukan anak yang mudah dipengaruhi atau anak yang penakut. Jangan sampai anak-anak yang mudah dipengaruhi menjadi terkena imbas teladan buruk dari anak yang aktif, atau anak yang penakut menjadi trauma gara-gara pernah menerima perlakukan buruk anak yang aktif.

4. Pengawasam Khusus
Anak yang aktif, biasanya adalah anak-anak yang caper (cari perhatian). Apa pun yang dia lakukan adalah untuk mencari perhatian dari teman-temannya dan dari guru. Dalam hal ini, maka harus ada seorang guru yang dekat padanya. Maka dibutuhkan suatu pendekatan yang intens kepada anak didik yang seperti ini, agar guru tersebut bisa memberikan "kebutuhan" anak yang aktif ini. Kedekatan antara guru dan anak didik, juga berguna agar guru bisa memberikan nasihat kepada anak aktif ini dengan cara yang lembut (nggak pake marah).

5. Komunikasikan denga Orang Tua
Komunikasi dengan orang tua adalah hal yang sangat penting untuk menanggulangi anak-anak yang aktif. Anak-anak yang aktif, biasanya memang membutuhkan suatu treatment yang khusus. Akan lebih baik bila dilakukan oleh seorang guru yang benar-benar dekat padanya. Komunikasi antara guru dan orang tua sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman bila sang guru melakukan sesuatu yang bersifat "tegas". Misalnya, adalah di saat sang guru mulai memberlakukan suatu konsekuensi yang harus diterima anak, karena perbuatannya yang tidak terpuji. Jangan sampai karena didikan yang sebenarnya dilakukan untuk kebaikan sang anak menjadi suatu batu sandungan, gara-gara orang tua malah berpikiran negative dan mengira bahwa apa yang dilakukan oleh sang guru adalah suatu hal yang tidak baik dan tidak pantas.

6. Mencari Pengebab Utamanya
Mencari penyebab utama juga sangat penting. Anak yang aktif bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Bisa faktor psikis maupun psikologis. Saya pernah menemukan anak yang susah diatur di kelas, karena dia mengalami kelainan pada matanya (harus menggunakan kaca mata). Faktor psikologis, biasanya berhubungan dengan kesiapan anak masuk sekolah, masalah keluarga, dan masih banyak lagi. Bila kita sudah tahu apa penyebabnya, biasanya hal ini akan memudahkan dalam menanganinya. Satu lagi yang perlu saya ingatkan pada poin 6 ini adalah perlu adanya komunikasi yang baik antara guru dan orang tua.

7. Perlunya Program Parenting Di Sekolah
Pengenalan program parenting di sekolah juga sangat penting. Biasanya hal ini akan sangat berguna agar para guru dan orang tua semakin tahu perkembangan kejiwaaan seorang anak, semakin mengenal kebutuhan-kebutuhan anak usia dini, bisa mengatasi masalah-masalah yang sering terjadi di sekolah dengan lebih bijaksana, dan menyatukan pemahaman guru dan orang tua dalam mendidik anak. Biasanya, setelah ada kegiatan parenting (dalam bentuk seminar, atau training) di sekolah yang menghadirkan guru dan orang tua, komunikasi antara guru dan orang tua akan terjalin lebih baik.

8. Perlunya konselor dan pendidikan karakter yang baik
Bila saya amati, beberapa sekolah anak usia dini tidak memiliki seorang konselor. Seorang konselor biasanya adalah seseorang yang memiliki dasar pendidikan psikologi. Keberadaan seorang konselor sangat penting di sebuah sekolah untuk mengatasi masalah yang terjadi di sekolah atau yang berhubungan dengan kepribadian anak. Kewajiban seorang konselor juga tidak lepas dari pendidikan karakter, misalnya dengan mengajarkan sopan santun kepada anak, mengajarkan nilai moral kepada anak, dan masih banyak lagi. Dan yang tak kalah penting, seorang konselor anak usia dini harus tahu mengajar anak-anak didiknya dengan cara yang menyenangkan. Misalnya dengan lagu, dongeng, permaian, dan lain-lain. Sehingga anak tidak hanya sekedar bermain dan mendapatkan ilmu, namun juga mendapatkan pendidikan moral yang baik. Keberadaan seorang konselor, juga bisa menjadi penengah saat ada masalah yang terjadi di sekolah. Konselor bisa menjadi penengah atau penjalin komunikasi antara guru, orang tua, anak didik, dan kepala sekolah.
sumber: lagu2anak.blogspot.com
Penulis: Kak Zepe lagu2anak

Mengatasi Hiperaktif

May 21st, 2010 admin
Hiperaktif adalah perilaku dimana seseorang melakukan aktivitas yang berlebihan. Karena demikian, maka metabolisme di dalam tubuh terjadi dengan cepat. Mengurus anak hiperaktif tentunya tidak mudah dan terkadang sangat melelahkan. Tips di bawah ini dapat menolong Anda dalam menghadapi anak-anak yang hiperaktif.
  • Buatlah peraturan, konsekuensi, dan batasan yang jelas di rumah. Jika perlu, Anda dapat menuliskannya dan menempelkannya di bagian ruangan rumah tertentu, agar semua anggota keluarga dapat melihat dan mematuhinya. Setelah itu, Anda perlu mensosialisasikannya dengan mereka. Pastikan sosialisasi dilakukan oleh Anda sendiri, dan dilakukan dengan kontak mata.
  • Buatlah rutinitas. Menurut sebuah website kesehatan, dengan melakukan rutinitas dapat membantu anak-anak yang hiperaktif.
  • Gunakan waktu luang Anda melakukan aktivitas bersama buah hati Anda. Hal ini dapat dilakukan dengan berjalan-jalan di taman, membaca buku cerita bersama, bermain bersama, dan sebagainya. Aktivitas ini dapat mengembangkan hubungan anda bersama buah hati Anda yang hiperaktif. Sehingga mereka dapat bersikap dan melakukan aktivitas secara natural bersama Anda, tanpa harus berlebihan.
  • Anak-anak yang hiperaktif sangat dipengaruhi oleh energi yang berlebih di dalam tubuh mereka. Hal ini menyebabkan mereka sulit untuk fokus terhadap sesuatu. Untuk dapat menyalurkan energi tersebut, Anda dapat membantu dengan melakukan beberapa aktivitas olahraga. Misalnya lari, bermain basket, dan sebagainya. Disamping membantu menyalurkan energi, dengan melakukan aktivitas olahraga dapat membantu dalam mengelola moodnya.
  • Bila buah hati Anda melakukan suatu kesalahan dan hendak dihukum, hendaknya hukuman tersebut tidak berupa batasan dalam melakukan aktivitas olahraga. Karena besarnya energi kinetik yang dimiliki oleh mereka, maka pembatasan atas kegiatan tersebut justru akan berakibat kurang baik bagi mereka.
  • Anak-anak umumnya senang mencari perhatian dari orang tua lewat hal-hal yang dilakukannya. Namun anak-anak yang hiperaktif justru lebih sering mendapat perhatian dari aktivitas-aktivitas buruk yang dilakukannya. Dengan begitu, Anda perlu merubah pola Anda dalam memberikan perhatian kepada buah hati Anda dengan cara yang lebih positif.

Tidak ada komentar:

biology is my life

biology is my life
biologi