Resume " Mendidik dan Menerapkan Disiplin Pada Anak Prasekolah"
Membantu Anak Belajar dan Mengembangkan Perilaku Agresif
October 18th, 2010 adminAnak agresif merupakan anak yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata namun tidak diimbangi dengan sikap yang cukup menyenangkan. Mereka sangat lincah, suka meminta perhatian orang lain dengan cara mengganggu, kasar secara fisik maupun lisan, serta egois. Biasanya masyarakat umum menyebut anak agresif dengan sebutan "anak nakal". Namun, dari sudut pandang ilmu psikologi sebutan atau cap "anak nakal" bukanlah sebuah interpretasi yang baik, sebutan ini hanya akan memberikan kontribusi negatif bagi perkembangan perilaku anak.
Daya tangkap anak agresif dalam proses belajar-mengajar sangat luar biasa cepat, sehingga sebenarnya tidak akan banyak kesulitan untuk mendidik anak agresif menerima suatu pelajaran. Kendala mereka terletak pada masalah konsentrasi, anak agresif sangat mudah membagi-bagi perhatian terhadap hal-hal yang dianggap mereka menarik. Karenanya langkah awal yang perlu dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak belajar dengan terlebih dahulu melatih konsentrasi mereka. Untuk melatih konsentrasi anak terhadap sesuatu ada beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya adalah dengan melatih disiplin waktu, melatih disiplin terhadap fokus perhatian, dan melatih disiplin terhadap jadwal kegiatan.
Ajarkan anak Anda untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan waktu, tempat dan jadwal kegiatan. Berilah mereka daftar kegiatan yang harus dikerjakan selama jangka waktu tertentu. Buat perjanjian tertulis dengan mereka mengenai aturan main pelaksanaan kegiatan tersebut. Jangan lupa hadiah dan hukuman termasuk dalam aturan main tersebut. Cara ini akan melatih disiplin anak, melatih tanggung jawab, dan pada akhirnya melatih konsentrasi mereka lebih terfokus dan terarah.
MENYUSUN KEGIATAN HARIAN ANAK USIA PRASEKOLAH
Masa-masa awal kehidupan bayi merupakan saat yang penting baik bagi bayi itu sendiri maupun bagi orang tua, tapi tak mungkinkan disusunnya suatu jadwal tertentu. Setelah tiga bulan, biasanya jadwal bayi mulai dapat diperkirakan dan saat memasuki usia prasekolah orang tua mulai dapat mengatur waktu anak, siang dan malam. Jadwal teratur yang juga cukup fleksibel membantu anak mengembangkan kebiasaan baik untuk makan, tidur, bermain, dan belajar. Hal itu juga mengarahkan anak agarlebih bersikap positif karena dapat memperkirakan apa yang dilukukan. Tak adanya rencana kegiatan bisa menimbulkan kekacauan dan masa kanak-kanak yang tak menyenagngkan.
Jika orangtua memarahi dan memukul dalam mendidik anak, prasekolah belajar bersikap negatif terhadap diri sendiri dan kehidupan. Kalau orangtua tak merencanakan dan menyusun kegiatan kegiatan harian anak, mereka cenderung membatasi eksplorasi anak dengan cara negatif. Rencana dan struktur yang disusun membuat pengasuhan lebih mudah dan memungkinkan orangtua untuk melihat perubahan anak dari hari ke hari.
Manyusun Jadwal
Dalam menyusun kegiatan harian anak prasekolah, carilah kegiatan spesifikuntuk hari-hari tertentu ; misalnya makan, makan makanan kecil, tidur siang, bermain sendiri, membaca, mandi, membereskan mainan, dan bermain dengan saudara dan teman. Jika anda bekerja, waktu yang dilewatkan anak denagn pengasuhnya juga mesti di maskukkan dalam jadwal. Buat daftar kegiatan harian untuk masing-masing anak prasekolah.
Fleksibel
Anda meski bersikap flesibel dan sensitive terhadap kebutuhan dan tanda-tandayang ditunjukan anak, dan sesekali perlu diberi perkecualian. Anggaplah kebutuhan sosialisasi anak juga merupakan kebutuhan bagi anda juga.
Manfaat bagi anak dan juga bagi anda. Berbagi pengalaman dengan orang tua lain membantu orang tua memahami perilaku anaknya.jangan lupa ajarkan mengenai tanggung jawab kepada anak, seperti membereskan mainan dan menaruh pakaian kotor di tempatnya. Dan meski tak anda cantumkan dalam jadwal, jangan lupa untuk selalu memberi pelukan kepada anak.
Anak Yang Sulit Bermain Sendiri
Anak pertama dan anak tunggal cenderung bergantung pada perhatian yang didapatnya. Bagi sebagian anakk, ketergantungan ini bias menyerupai adiksi perhatian. Mereka terbiasa diperhatikan orang dewasa di sekitanya,mendapat pujian, dan selalu ditemani saat bermain. Anak yang sangat sosial seperti ini bias merasa kurang mendapat perhatian jika orang tua membiarkan ia bermain sendiri.
Anak-anak yang mengalami adiksi perhatian mudah mengalami gangguan perilaku di sekolah dimana aia harus berbagi perhatian dengan anak-anak lain. Pilih waktu tertentusetiap harinya untuk membiasakan dia agar dapat menyendiri. Jelaskan bahwa itu merupakan waktunya sendiri dan ia boleh memilih kegiatan yang disukainya. Untuk pertama kali, waktu menyendiri jangan terlalu lama ; sepuluh atau lima belas menit sudah cukup. Secara bertahap, tingkatkanlah hingga sedikinya setengah jam, kemungkinan ia akan menikamti waktu menyendiri itu dan masih ingin meneruskan meskipun timer sudah berbunyi.
Barangkali pada awalnya ia merasa jemu. Jangan memberi respons dengan mengarahkan apa yang mesti ia lakukan.biarkan berinisiatif sendiri.
MEMPERKAYA LINGKUNGAN SEKITAR ANAK
Masa-masa awal kehidupan bayi merupakan saat yang penting baik bagi bayi itu sendiri maupun bagi orang tua, tapi tak mungkinkan disusunnya suatu jadwal tertentu. Setelah tiga bulan, biasanya jadwal bayi mulai dapat diperkirakan dan saat memasuki usia prasekolah orang tua mulai dapat mengatur waktu anak, siang dan malam. Jadwal teratur yang juga cukup fleksibel membantu anak mengembangkan kebiasaan baik untuk makan, tidur, bermain, dan belajar. Hal itu juga mengarahkan anak agarlebih bersikap positif karena dapat memperkirakan apa yang dilukukan. Tak adanya rencana kegiatan bisa menimbulkan kekacauan dan masa kanak-kanak yang tak menyenagngkan.
Jika orangtua memarahi dan memukul dalam mendidik anak, prasekolah belajar bersikap negatif terhadap diri sendiri dan kehidupan. Kalau orangtua tak merencanakan dan menyusun kegiatan kegiatan harian anak, mereka cenderung membatasi eksplorasi anak dengan cara negatif. Rencana dan struktur yang disusun membuat pengasuhan lebih mudah dan memungkinkan orangtua untuk melihat perubahan anak dari hari ke hari.
Manyusun Jadwal
Dalam menyusun kegiatan harian anak prasekolah, carilah kegiatan spesifikuntuk hari-hari tertentu ; misalnya makan, makan makanan kecil, tidur siang, bermain sendiri, membaca, mandi, membereskan mainan, dan bermain dengan saudara dan teman. Jika anda bekerja, waktu yang dilewatkan anak denagn pengasuhnya juga mesti di maskukkan dalam jadwal. Buat daftar kegiatan harian untuk masing-masing anak prasekolah.
Fleksibel
Anda meski bersikap flesibel dan sensitive terhadap kebutuhan dan tanda-tandayang ditunjukan anak, dan sesekali perlu diberi perkecualian. Anggaplah kebutuhan sosialisasi anak juga merupakan kebutuhan bagi anda juga.
Manfaat bagi anak dan juga bagi anda. Berbagi pengalaman dengan orang tua lain membantu orang tua memahami perilaku anaknya.jangan lupa ajarkan mengenai tanggung jawab kepada anak, seperti membereskan mainan dan menaruh pakaian kotor di tempatnya. Dan meski tak anda cantumkan dalam jadwal, jangan lupa untuk selalu memberi pelukan kepada anak.
Anak Yang Sulit Bermain Sendiri
Anak pertama dan anak tunggal cenderung bergantung pada perhatian yang didapatnya. Bagi sebagian anakk, ketergantungan ini bias menyerupai adiksi perhatian. Mereka terbiasa diperhatikan orang dewasa di sekitanya,mendapat pujian, dan selalu ditemani saat bermain. Anak yang sangat sosial seperti ini bias merasa kurang mendapat perhatian jika orang tua membiarkan ia bermain sendiri.
Anak-anak yang mengalami adiksi perhatian mudah mengalami gangguan perilaku di sekolah dimana aia harus berbagi perhatian dengan anak-anak lain. Pilih waktu tertentusetiap harinya untuk membiasakan dia agar dapat menyendiri. Jelaskan bahwa itu merupakan waktunya sendiri dan ia boleh memilih kegiatan yang disukainya. Untuk pertama kali, waktu menyendiri jangan terlalu lama ; sepuluh atau lima belas menit sudah cukup. Secara bertahap, tingkatkanlah hingga sedikinya setengah jam, kemungkinan ia akan menikamti waktu menyendiri itu dan masih ingin meneruskan meskipun timer sudah berbunyi.
Barangkali pada awalnya ia merasa jemu. Jangan memberi respons dengan mengarahkan apa yang mesti ia lakukan.biarkan berinisiatif sendiri.
MEMPERKAYA LINGKUNGAN SEKITAR ANAK