MENGIMPLEMENTASIKAN
MIND MAP
DENGAN
TEKNIK “BATERAI MISI” DALAM KURIKULUM 2013
Oleh : Rino Kristyarto, S.Pd
Guru SMP Negeri 1 Dukun Gresik
Kurikulum 2013 dirancang untuk
memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara
utuh, sehingga setiap pengetahuan yang diajarkan pembelajarannya harus
dilanjutkan sampai membuat siswa terampil dalam menyajikan pengetahuannya
secara konkret dan abstrak, dan bersikap sebagai mahluk yang mensyukuri anugerah
alam semesta yang dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang bertanggung
jawab. Kurikulum ini mengembangkan dua proses pembelajaran yaitu proses
pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tak langsung. Dalam pembelajaran
langsung, peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan
apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis.
Dalam pembelajaran di kelas,
seringkali kita menemukan permasalahan seperti rendahnya
tingkat ketuntasan belajar siswa, siswa cenderung pasif, tidak memiliki
inisiatif dan kreativitas, saat pembelajaran
siswa tampak memperhatikan dan mendengar namun tidak sebanding prestasi
belajar mereka, sebagian besar siswa enggan mencatat bahkan beberapa siswa
justru menulis dan menggambar obyek di buku dan meja yang tidak berhubungan
dengan materi, kalaupun siswa mencatat
hanya secara linear mulai dari tepi atas, sewarna, pada kertas bergaris, dan
tanpa gambar, lalu menghafal apa yang disampaikan guru, kondisi seperti
ini membuat siswa kurang bergairah
dalam belajar.
Rendahnya aktivitas siswa dan prestasi belajar
disebabkan paradigma konvensional yang sering menggunakan metode
pembelajaran ceramah dan membuat catatan singkat di papan tulis. Sehingga
sebagian besar dari siswa tidak faham tentang apa yang mereka tulis sendiri.
Siswa bingung mana yang termasuk kata kunci yang penting dan yang kurang
penting untuk dipelajari. Kegiatan pembelajaran seperti ini sangat bertentangan
dengan amanat Kurikulum 2013
Pembelajaran
dengan mengimplementasikan Mind Map dengan teknik BATERAI MISI (Baca, Temukan,
Rangkai, Pahami, dan Evaluasi) bisa
dijadikan salah satu alternatif pilihan guru dalam memberikan pengalaman
belajar bagi siswa. Teknik ini diharapkan dapat meningkatkan
inisiatif, kreativitas, aktivitas dan
hasil belajar siswa.
KONSEP DAN TEORI MIND MAP
Pengertian mind map,
menurut sang pengembang, Tony Buzan, adalah suatu teknik mencatat yang
menonjolkan sisi kreativitas sehingga efektif dalam memetakan pikiran (Tony
Buzan dan Barry, 2008). Teknik mencatat melalui peta pikiran (mind map)
ini dikembangkan berdasarkan bagaimana cara otak bekerja selama memproses suatu
informasi. Selama informasi disampaikan, otak akan mengambil berbagai tanda
dalam bentuk beragam, mulai dari gambar, bunyi, bau, pikiran, hingga perasaan.
Selanjutnya melalui pembuatan mind map, informasi tadi direkam dalam
bentuk simbol, garis, kata, dan warna. Mind map yang baik akan dapat
menggambarkan pola gagasan yang saling berkaitan pada cabang-cabangnya.
Mind
map dalam bahasa Indonesia berarti peta pikiran (dari
kata mind = pikiran, dan map = peta). Pengertian mind map,
menurut sang pengembang, Tony Buzan, adalah suatu teknik mencatat yang
menonjolkan sisi kreativitas sehingga efektif dalam memetakan pikiran (Tony
Buzan dan Barry, 2008). Teknik mencatat melalui peta pikiran (mind map)
ini dikembangkan berdasarkan bagaimana cara otak bekerja selama memproses suatu
informasi. Selama informasi disampaikan, otak akan mengambil berbagai tanda
dalam bentuk beragam, mulai dari gambar, bunyi, bau, pikiran, hingga perasaan.
Selanjutnya melalui pembuatan mind map, informasi tadi direkam dalam
bentuk simbol, garis, kata, dan warna. Mind map yang baik akan dapat
menggambarkan pola gagasan yang saling berkaitan pada cabang-cabangnya.
Mind
Mapping adalah sebuah sistem berpikir yang bekerja sesuai dengan cara kerja
alami otak manusia dan mampu membuka dan memanfaatkan seluruh potensi dan
kapasitasnya. Sistem ini mampu memberdayakan seluruh potensi, kapasitas, dan
kemampuan otak manusia sehingga menjamin tingkat kreativitas dan kemampuan
berpikir yang lebih tinggi bagi penggunanya (Windura, 2008:3).
Jadi dapat disimpulkan Mind Mapping adalah
teknik meringkas materi dan diproyeksikan dalam tulisan, gambar atau simbol
dikombinasi warna-warna sesuai dengan kreatifitas, sehingga memudahkan siswa
dalam mengingat kembali materi.
TEKNIK BATERAI MISI
BATERAI MISI adalah sebuah akronim
dari BAca, TEmukan, RAngkai, pahaMI, dan evaluaSI adalah
teknik untuk memudahkan siswa dalam
mengorganisasikan materi terutama kata kunci dan kata kreatif ke dalam Mind Map
dan memahaminya (Kristyarto, 2013). Langkah-langkah teknik ini adalah:
a. BACA
Langkah pertama, siswa diminta
membaca teks materi yang dipelajari dengan teknik scaning maupun skimming.
b. TEMUKAN
Saat membaca, siswa mencari ide
pokok dalam setiap paragraf untuk menemukan kata kunci dan kata kreatif konsep materi dalam teks.
c. RANGKAI
Siswa secara individu merangkai
kata-kata yang diperoleh menjadi Mind Map dengan ketentuan:
(1) Buat gambar tentang gagasan utama/judul di tengah kertas, (2) Pakai
beragam warna berbeda untuk setiap cabang utama yang langsung terhubung ke
gagasan utama, (3)Buat cabang-cabang tingkat kedua dari cabang utama, (4)Buat
cabang-cabang tingkat ketiga dari cabang kedua, dan seterusnya, (5)Gambar garis
cabang sebagai garis melengkung (bukan garis lurus),(6) Tiap baris letakkan
satu kata kunci, (7) Gunakan gambar berupa simbol-simbol yang menarik di setiap
bagian yang mungkin.
Contoh Mind Map sebagai berikut:
Bagan 1
Sumber Wikipedia
|
Bagan 2
sumber : dokumen pribadi penulis
|
d. PAHAMI
Langkah berikutnya, siswa mempelajari mind map
masing-masing agar siswa lebih memahami materi dengan cara melakukan
curah gagasan, bertanya kepada guru, mempresentasikan hasil kerja, merespon gagasan teman. mengasosiasi
atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam
kegiatan analisis. Guru memfasilitasi siswa kemudian menyusun kesimpulan bersama tentang konsep
yang dipelajari.
e. EVALUASI
Langkah terakhir, guru mengevaluasi mind map siswa
sekaligus pemahaman konsep siswa dengan tes/kuis dan penilaian terhadap karya
Mind Map Siswa. Contoh rubrik penilaian Mind Map sebagai berikut:
Contoh Rubrik penilaian Mind Map
|
No
|
Kriteria
|
Skor
|
||||
|
1
|
Kejelasan topik utama
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
2
|
Kesesuaian sub topik dengan topik utama
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
3
|
Kesesuaian keterangan untuk sub topik
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
4
|
Hubungan antar konsep
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
5
|
Penggunaan gambar /simbol
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
6
|
Penggunaan warna
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
7
|
Kerapian dan keterbacaan
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
Skor Total
|
|
|||||
Skor
total
Nilai Mind Map
= ---------------- x 100
35
Kelebihan pembelajaran yang mengimplementasikan Mind Map dengan teknik
BATERAI MISI yaitu siswa menemukan
teknik yang efektif mengorganisasikan materi ke dalam Mind
Map. Siswa yang terbiasa menggunakan teknik ini akan menjadi lebih aktif
dan kreatif, penggunaan simbol gambar catatan yang dibuat siswa dengan teknik
ini dapat mudah dipahami dan merangsang pola pikir kreatif dan menyenangkan. Selama proses pembuatan Mind Map perhatian siswa akan terpusat untuk memahami dan memaknai
informasi membuat kegiatan pembelajaran lebih efektif. Mind map membuat siswa harus menentukan hubungan apa atau bagaimana
yang terdapat dalam komponen Mind
Map sehingga siswa dapat
meningkatkan daya ingat sehingga lebih mudah memahami dan menyerap informasi.
Selama mencatat dengan teknik ini kedua belahan otak dimaksimalkan
penggunaannya, siswa tidak hanya menggunakan belahan otak kiri terkait
pemikiran logis, tetapi mereka juga dapat menggunakan belahan otak kanan dengan
mencetuskan perasaan dan emosi dalam bentuk warna dan simbol, Mind Map
juga dapat meningkatkan daya ingat
karena mampu mengakomodasi berbagai sudut pandang terhadap suatu
informasi (Faiq, 2013: 2). Seluruh
manfaat implementasi Mind Map dengan teknik BATERAI MISI mampu menghasilkan pengetahuan
dan keterampilan langsung (Instructional effect) yang diamanatkan dalam
Kurikulum 2013. Selamat Mencoba !
DAFTAR
RUJUKAN
Buzan, Tony. 2004.The Mind Mapp Book (Memahami Peta Pikiran). Batam:
Interaksara
Buzan,
Tony dan Barry. 2008. Memahami Peta Pikiran. Bandung: Interaksara
DePorter,
Bobby. 2002. Quantum Learning. Bandung: Kaifa.
DePorter,
Bobby, et al.2002. Quantum Teaching “Mempraktekkan Quantum Learning Di
Ruang-Ruang
Faiq, Muhammad.2013. Mind Map, Cara Mudah
Mengorganisasi Materi Pembelajaran.(online).(http//www.penelitiantindakankelas.blogspot.com, diakses 1 Mei 2013)
Dwijayanti, Emy.( EmyDwijayanti@yahoo.co.id).2012. Penerapan Strategi Mind Mapping Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar
Siswa Kelas IV Sd Mata Pelajaran IPS Materi Pokok Perkembangan Teknologi
Produksi, Komunikasi Dan Transportasi Di SDN Lidah Kulon 1 Surabaya. E-mail milis keluargaunesa
Khafid, Syaiful.2010.Penerapan Model Pembelajaran Kolaborasi Dengan Strategi Pesta
Pertanyaan Untuk Meningkatkan Penguasaan Geografi Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 1
Sidayu. Tanpa nama tempat dan penerbit
Kristyarto, Rino.2013. Penerapan
Teknik BATERAI MISI Berbasis Mind Map untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa dan Hasil Belajar IPA di
Kelas VIII-B SMPN 1 Dukun. Tanpa nama dan tempat penerbit,
Noer, Mohammad.2009. Teknik Mencatat
Kreatif dengan Mind Mapping.(online). (http//www.mohammadner.com,diakses 1 Mei 2013)
Suhardjono. 2008. Kesalahpengertian di Sekitar
Pengembangan Profesi Guru.
Tanpa
nama tempat dan penerbit.
Wardhani, IGAK. 2007. Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta: Universitas Terbuka
BIODATA PENULIS
1. Nama (Lengkap dengan gelar) : Rino Kristyarto, S.Pd
2. Tempat/Tanggal lahir : Trenggalek, 10 Maret 1983
3. Pendidikan Terakhir : S-1
Pendidikan Biologi/ UNESA
4. Hand Phone
: 085850155151 / 082131740401
5.
Email
: rinokristyarto@gmail.com
6. Alamat rumah :
RT 11/RW IV Ds. Mojopetung
Dukun Gresik Jatim 61155
7. Alamat Kantor : SMPN 1 Dukun Gresik
Jl. Raya Mentaras no. 34 Dukun
Gresik Jatim 61155 telp. 031-
70957155